Langsung ke konten utama

Restoran Cepat Saji Ini Beri Insentif Bitcoin untuk Karyawan, Ini Skemanya

Restoran Cepat Saji Ini Beri Insentif Bitcoin untuk Karyawan, Ini Skemanya Adopsi Bitcoin tidak lagi terbatas pada sektor keuangan dan teknologi. Kini, industri makanan cepat saji di Amerika Serikat mulai menunjukkan langkah nyata dalam mengintegrasikan aset kripto ke dalam sistem insentif karyawan. Salah satu contohnya datang dari Steak ‘n Shake , jaringan restoran cepat saji yang dikenal luas di AS, yang secara resmi mengumumkan program bonus berbasis Bitcoin bagi para pekerjanya. Melalui pengumuman yang disampaikan di media sosial X, manajemen Steak ‘n Shake menyatakan bahwa perusahaan akan memberikan bonus Bitcoin senilai US$0,21 untuk setiap jam kerja kepada seluruh karyawan bergaji per jam di restoran yang dikelola langsung oleh perusahaan. Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 Maret dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mendukung adopsi Bitcoin. Skema Bonus Bitcoin per Jam Kerja Dalam pernyataannya, Steak ‘n Shake menjelaskan bahwa inse...

Harga Bitcoin Tembus Puluhan Miliar Rial, Warga Iran Ramai Alihkan Aset ke Dompet Pribadi

Harga Bitcoin Tembus Puluhan Miliar Rial, Warga Iran Ramai Alihkan Aset ke Dompet Pribadi


Gejolak ekonomi dan politik kembali mendorong lonjakan aktivitas kripto di Iran. Di tengah melemahnya nilai tukar rial yang kian terpuruk, masyarakat Iran dilaporkan semakin aktif memindahkan kepemilikan Bitcoin (BTC) ke dompet pribadi. Fenomena ini terjadi seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi, protes domestik, serta pemadaman internet yang sempat berlangsung secara luas pada akhir 2025 hingga awal 2026.

Berdasarkan laporan terbaru dari perusahaan analitik blockchain Chainalysis, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah transaksi harian Bitcoin serta pengiriman dana ke dompet non-kustodian yang tidak teridentifikasi. Lonjakan ini tercatat selama periode protes nasional dan pemadaman internet total, yakni antara 28 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.

Aktivitas Bitcoin Meningkat di Tengah Krisis

Chainalysis mencatat bahwa selama periode tersebut, volume transaksi Bitcoin di Iran menunjukkan pola yang tidak biasa. Warga diketahui lebih sering menarik BTC dari bursa lokal maupun platform kustodian dan memindahkannya ke dompet pribadi yang memberikan kontrol penuh atas aset digital mereka.

Langkah ini dinilai sebagai respons langsung terhadap kondisi ekonomi yang semakin memburuk. Krisis kepercayaan terhadap mata uang lokal menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat mencari alternatif penyimpan nilai di luar sistem keuangan tradisional.

Sepanjang 2025, total aktivitas ekosistem kripto di Iran diperkirakan telah melampaui US$7,78 miliar. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya peran aset digital sebagai sarana lindung nilai di negara yang tengah menghadapi tekanan inflasi, sanksi internasional, dan ketidakstabilan ekonomi.

Nilai Rial Anjlok, Bitcoin Kian Perkasa

Salah satu pemicu utama lonjakan adopsi Bitcoin di Iran adalah melemahnya nilai tukar rial secara drastis. Mata uang nasional Iran mengalami penurunan tajam hingga nyaris tidak bernilai terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini memperburuk daya beli masyarakat dan mempercepat pergeseran ke aset alternatif.

Di tengah pelemahan tersebut, harga Bitcoin dalam denominasi rial melonjak tajam. Satu BTC kini dihargai sekitar 90 hingga 100 miliar rial, bahkan sempat menyentuh angka ekstrem di kisaran ratusan miliar rial di pasar tertentu. Lonjakan ini bukan semata karena kenaikan harga Bitcoin secara global, melainkan lebih disebabkan oleh anjloknya nilai rial itu sendiri.

Bagi warga Iran, Bitcoin menjadi instrumen untuk mempertahankan nilai kekayaan di tengah ketidakpastian moneter. Dalam konteks ini, BTC dipandang bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai sarana perlindungan dari depresiasi fiat yang berkepanjangan.

Protes dan Pemadaman Internet Percepat Perpindahan Aset

Periode akhir 2025 hingga awal 2026 ditandai dengan meningkatnya ketegangan domestik di Iran. Gelombang protes yang meluas di berbagai wilayah disertai kebijakan pemadaman internet total oleh pemerintah. Kondisi ini menciptakan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait akses terhadap dana dan kebebasan finansial.

Pemadaman internet menjadi katalis tambahan bagi warga untuk segera memindahkan aset kripto mereka ke dompet pribadi. Dengan menyimpan Bitcoin di dompet non-kustodian, pengguna tetap memiliki kendali penuh atas dana mereka, bahkan ketika akses ke layanan keuangan lokal atau platform terpusat terganggu.

Chainalysis menilai bahwa pola transaksi selama periode tersebut menunjukkan upaya masyarakat untuk mengamankan aset sebelum potensi pembatasan lebih lanjut diberlakukan.

Mengapa Dompet Pribadi Jadi Pilihan?

Dompet pribadi atau self-custody wallet memberikan sejumlah keunggulan yang sangat relevan dalam situasi krisis. Pertama, pengguna memiliki kendali penuh atas private key, sehingga aset tidak bergantung pada pihak ketiga. Kedua, dana dapat dipindahkan lintas negara tanpa memerlukan izin lembaga keuangan.

Dalam konteks Iran, dompet pribadi juga memberikan fleksibilitas untuk mengakses dana dari luar negeri, terutama saat sistem perbankan lokal mengalami gangguan atau pembatasan. Bahkan ketika koneksi internet terbatas, aset yang tersimpan di blockchain tetap aman dan dapat diakses kembali ketika jaringan pulih.

Selain itu, dompet non-kustodian dinilai lebih tahan terhadap intervensi pemerintah, pembekuan aset, atau kebijakan sepihak yang dapat merugikan pemilik dana.

Kripto sebagai Alternatif di Negara Berisiko Tinggi

Kasus Iran kembali menegaskan peran kripto sebagai alternatif sistem keuangan di negara-negara dengan risiko ekonomi dan politik tinggi. Dalam situasi di mana mata uang lokal kehilangan kepercayaan, aset digital sering kali menjadi pilihan bagi masyarakat untuk menjaga nilai kekayaan mereka.

Namun, peningkatan adopsi kripto di Iran juga membawa tantangan tersendiri. Volatilitas harga, keterbatasan akses internet, serta risiko keamanan digital tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan oleh pengguna.

Selain itu, penggunaan kripto di wilayah dengan regulasi ketat juga berpotensi menimbulkan risiko hukum, tergantung pada kebijakan yang berlaku di masing-masing negara.

Dampak Global dan Pelajaran bagi Investor Indonesia

Fenomena perpindahan Bitcoin oleh warga Iran memberikan gambaran nyata tentang fungsi kripto di luar konteks investasi semata. Di negara berkembang atau berisiko tinggi, Bitcoin kerap digunakan sebagai alat bertahan di tengah krisis ekonomi dan ketidakpastian kebijakan.

Bagi investor kripto di Indonesia, situasi ini dapat menjadi pelajaran penting mengenai peran self-custody, manajemen risiko, serta pentingnya memahami fungsi dasar teknologi blockchain. Meski kondisi Indonesia berbeda jauh dengan Iran, pemahaman tentang pengelolaan aset digital tetap relevan dalam menghadapi dinamika pasar global.

Investor juga diingatkan untuk membedakan antara penggunaan kripto sebagai alat lindung nilai di negara krisis dan aktivitas investasi jangka panjang yang memerlukan perencanaan matang serta pemahaman risiko.

Kesimpulan

Lonjakan aktivitas Bitcoin di Iran mencerminkan respons masyarakat terhadap krisis ekonomi, pelemahan nilai rial, serta ketidakpastian akibat protes dan pemadaman internet. Data Chainalysis menunjukkan bahwa warga semakin aktif memindahkan BTC ke dompet pribadi demi menjaga keamanan dan kendali atas aset mereka.

Dengan harga Bitcoin yang kini setara puluhan hingga ratusan miliar rial, aset digital tersebut semakin dipandang sebagai pelindung nilai di tengah runtuhnya kepercayaan terhadap mata uang lokal. Fenomena ini menegaskan peran kripto sebagai alternatif sistem keuangan, sekaligus mengingatkan pentingnya edukasi, kehati-hatian, dan pemahaman risiko bagi seluruh pelaku pasar.

Disclaimer: Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Inspiratif: Wanita Asal Brasil Menabung Bitcoin Demi Mewujudkan Impian Keliling Dunia

Kisah Inspiratif: Wanita Asal Brasil Menabung Bitcoin Demi Mewujudkan Impian Keliling Dunia Bitcoin tidak lagi sekadar dikenal sebagai aset spekulatif atau instrumen investasi jangka pendek. Bagi sebagian orang, aset kripto terbesar di dunia ini justru dimanfaatkan sebagai alat menabung alternatif untuk mencapai tujuan hidup tertentu. Salah satu kisah menarik datang dari seorang wanita asal Brasil bernama Ana , yang memilih menyimpan tabungannya dalam bentuk Bitcoin (BTC) demi mewujudkan impiannya berkeliling dunia. Ana yang berprofesi sebagai desainer grafis mengungkapkan bahwa keputusannya menabung menggunakan Bitcoin bukan semata mengikuti tren. Baginya, Bitcoin justru menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan gaya hidup modern, terutama bagi seseorang yang memiliki rencana perjalanan lintas negara. Bitcoin sebagai Sarana Menabung Perjalanan Dalam keterangannya yang dikutip dari laman Azteco , Ana menjelaskan bahwa ia secara rutin menyisihkan pen...

Bitcoin Berpotensi Likuidasi Rp66 Triliun Posisi Short Jika Tembus US$93.000

Bitcoin Berpotensi Likuidasi Rp66 Triliun Posisi Short Jika Tembus US$93.000 Pergerakan harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan utama pelaku pasar kripto global. Setelah mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir, perhatian investor kini tertuju pada satu level krusial, yaitu US$93.000 . Menurut data dari Bitcoin Exchange Liquidation Map , apabila Bitcoin kembali menyentuh harga tersebut, pasar berpotensi menyaksikan likuidasi besar-besaran posisi short dengan nilai mencapai US$4 miliar atau setara Rp66 triliun . Level harga ini dinilai sangat sensitif karena menjadi titik kumpul leverage tinggi, khususnya dari trader yang mengambil posisi short dan bertaruh bahwa harga Bitcoin akan terus melemah. Ketika harga justru bergerak naik dan menembus area kritis, risiko likuidasi meningkat secara signifikan. Apa Itu Likuidasi dan Mengapa Penting? Dalam perdagangan derivatif kripto, likuidasi terjadi ketika posisi trader ditutup secara otomatis oleh sistem exchan...

Inovasi Unik di Brasil: Pergerakan Harga Bitcoin Diubah Menjadi Musik Orkestra

Inovasi Unik di Brasil: Pergerakan Harga Bitcoin Diubah Menjadi Musik Orkestra Bitcoin dikenal sebagai aset digital dengan pergerakan harga yang dinamis dan sering kali sulit diprediksi. Namun di Brasil, volatilitas Bitcoin justru menjadi sumber inspirasi bagi sebuah proyek seni yang tidak biasa. Melalui pendekatan kreatif, data harga Bitcoin (BTC) akan diterjemahkan menjadi musik orkestra , menggabungkan dunia teknologi finansial dengan seni pertunjukan. Proyek ini bertujuan untuk menghadirkan cara baru dalam memahami pasar kripto. Alih-alih melihat grafik dan angka di layar, audiens diajak merasakan fluktuasi harga Bitcoin melalui komposisi musik yang dimainkan secara langsung oleh sebuah orkestra. Mengubah Data Pasar Menjadi Karya Seni Inisiatif ini merupakan proyek seni eksperimental yang memanfaatkan data harga Bitcoin secara real-time sebagai dasar penciptaan musik. Setiap perubahan harga, baik kenaikan maupun penurunan, akan memengaruhi elemen musikal seperti melod...