CZ Nilai AI Berpotensi Membuat Manusia Makin Rentan, Crypto Justru Disebut Bisa Percepat Pensiun
Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan aset digital terus menjadi topik hangat dalam diskusi global. Keduanya sama-sama dipandang sebagai teknologi masa depan, namun memiliki dampak yang sangat berbeda terhadap kehidupan manusia. Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), baru-baru ini melontarkan pandangan kontroversial terkait perbedaan dampak AI dan kripto terhadap kesejahteraan manusia.
Dalam sebuah unggahan di platform X pada Jumat (23/01), CZ menyampaikan pendapat bahwa AI berpotensi membuat banyak orang kehilangan pekerjaan, sementara kripto justru membuka peluang bagi manusia untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pekerjaan konvensional.
“AI bisa membuat manusia menganggur. Sebaliknya, kripto dapat membuat orang tidak lagi membutuhkan pekerjaan. Beli dan simpan sekarang, lalu pensiun dalam beberapa tahun,” tulis CZ.
Pernyataan tersebut langsung memicu diskusi luas di komunitas teknologi dan kripto, terutama terkait masa depan dunia kerja dan peran aset digital sebagai alat akumulasi kekayaan.
AI dan Risiko Hilangnya Lapangan Kerja
Pandangan CZ tentang AI bukanlah hal baru dalam diskursus global. Sejumlah ekonom dan peneliti telah lama memperingatkan bahwa otomatisasi berbasis AI berpotensi menggantikan banyak jenis pekerjaan, mulai dari sektor manufaktur hingga jasa profesional.
Teknologi AI mampu menjalankan tugas yang sebelumnya hanya bisa dilakukan manusia, seperti analisis data, layanan pelanggan, hingga pembuatan konten. Efisiensi ini memang menguntungkan bagi perusahaan, tetapi di sisi lain menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya angka pengangguran struktural.
Menurut CZ, jika masyarakat tidak memiliki strategi adaptasi yang tepat, AI bisa memperlebar kesenjangan ekonomi. Mereka yang menguasai teknologi akan semakin diuntungkan, sementara kelompok lain berisiko tertinggal.
Meski demikian, sebagian pakar menilai AI juga menciptakan jenis pekerjaan baru yang sebelumnya tidak ada. Namun, transisi ini membutuhkan waktu, keterampilan baru, dan kesiapan sumber daya manusia.
Crypto sebagai Alternatif Akumulasi Aset
Berbeda dengan AI, CZ menilai aset kripto menawarkan paradigma baru dalam membangun kekayaan. Ia memandang kripto bukan sekadar instrumen investasi jangka pendek, tetapi juga sarana akumulasi aset jangka panjang.
Konsep “beli dan tahan” atau buy and hold yang disinggung CZ merujuk pada strategi menyimpan aset kripto dalam jangka waktu lama dengan harapan nilai aset meningkat seiring adopsi dan pertumbuhan ekosistem.
Menurutnya, strategi ini memungkinkan seseorang mencapai kebebasan finansial lebih cepat dibandingkan jalur karier tradisional. Dalam skenario ideal, kripto bahkan disebut dapat mempercepat usia pensiun.
Namun, pernyataan ini tidak lepas dari kritik. Pasar kripto dikenal memiliki volatilitas tinggi, sehingga potensi keuntungan besar selalu diiringi risiko kerugian yang tidak kecil.
Pensiun Dini dan Adopsi Institusional
Menariknya, gagasan kripto sebagai sarana perencanaan pensiun bukan sekadar wacana. Di beberapa wilayah Amerika Serikat, aset digital mulai dilirik sebagai bagian dari strategi keuangan jangka panjang.
Sejumlah negara bagian seperti Louisiana, Michigan, dan Jersey City telah membuka opsi penggunaan kripto dalam skema tertentu yang berkaitan dengan perencanaan keuangan publik maupun investasi jangka panjang. Hal ini mencerminkan meningkatnya legitimasi aset digital di mata institusi.
Adopsi institusional tersebut turut memperkuat narasi bahwa kripto tidak lagi dipandang sebagai instrumen spekulatif semata, melainkan aset alternatif yang mulai terintegrasi dengan sistem keuangan konvensional.
Meski demikian, penggunaan kripto untuk tujuan pensiun masih menghadapi tantangan, mulai dari regulasi, fluktuasi harga, hingga keamanan penyimpanan aset.
Antara Optimisme dan Realisme
Pernyataan CZ mencerminkan optimisme tinggi terhadap masa depan kripto. Namun, penting bagi investor untuk memisahkan antara visi jangka panjang dan realitas pasar saat ini.
Kripto memang telah menciptakan banyak kisah sukses, termasuk individu yang berhasil mencapai kebebasan finansial dalam waktu relatif singkat. Namun, tidak sedikit pula yang mengalami kerugian besar akibat keputusan investasi yang kurang matang.
Di sisi lain, AI juga tidak sepenuhnya dapat dipandang sebagai ancaman. Teknologi ini berpotensi meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas hidup jika dikelola dengan kebijakan yang tepat.
Bagi masyarakat, tantangan ke depan adalah bagaimana menyeimbangkan pemanfaatan AI dan kripto secara bijak, tanpa mengabaikan risiko yang menyertainya.
Relevansi bagi Pembaca Kripto Indonesia
Bagi pembaca di Indonesia, pandangan CZ dapat menjadi bahan refleksi tentang bagaimana mempersiapkan masa depan finansial di tengah perubahan teknologi yang cepat. Indonesia sendiri memiliki tingkat adopsi kripto yang cukup tinggi, dengan jutaan investor aktif di berbagai platform perdagangan aset digital.
Namun, regulasi di Indonesia masih menempatkan kripto sebagai aset investasi, bukan alat pembayaran atau instrumen pensiun resmi. Artinya, penggunaan kripto tetap harus mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.
Investor Indonesia juga perlu mempertimbangkan faktor lokal seperti stabilitas ekonomi, tingkat inflasi, dan tujuan keuangan pribadi sebelum menjadikan kripto sebagai strategi jangka panjang.
Kesimpulan
Pernyataan Changpeng Zhao tentang AI dan kripto menyoroti dua wajah teknologi masa depan yang sangat kontras. Di satu sisi, AI berpotensi mengubah struktur dunia kerja secara drastis. Di sisi lain, kripto dipandang sebagai peluang untuk membangun kebebasan finansial dan mempercepat masa pensiun.
Meski terdengar menjanjikan, kedua teknologi ini tetap membawa risiko dan tantangan masing-masing. Tidak ada jaminan bahwa kripto akan selalu memberikan keuntungan, sebagaimana tidak semua dampak AI bersifat negatif.
Bagi pembaca kripto Indonesia, pendekatan paling rasional adalah tetap bersikap kritis, memperdalam literasi keuangan, dan membuat keputusan investasi berdasarkan riset serta perencanaan matang.
Disclaimer: Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).
Komentar
Posting Komentar