Langsung ke konten utama

Restoran Cepat Saji Ini Beri Insentif Bitcoin untuk Karyawan, Ini Skemanya

Restoran Cepat Saji Ini Beri Insentif Bitcoin untuk Karyawan, Ini Skemanya Adopsi Bitcoin tidak lagi terbatas pada sektor keuangan dan teknologi. Kini, industri makanan cepat saji di Amerika Serikat mulai menunjukkan langkah nyata dalam mengintegrasikan aset kripto ke dalam sistem insentif karyawan. Salah satu contohnya datang dari Steak ‘n Shake , jaringan restoran cepat saji yang dikenal luas di AS, yang secara resmi mengumumkan program bonus berbasis Bitcoin bagi para pekerjanya. Melalui pengumuman yang disampaikan di media sosial X, manajemen Steak ‘n Shake menyatakan bahwa perusahaan akan memberikan bonus Bitcoin senilai US$0,21 untuk setiap jam kerja kepada seluruh karyawan bergaji per jam di restoran yang dikelola langsung oleh perusahaan. Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 Maret dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mendukung adopsi Bitcoin. Skema Bonus Bitcoin per Jam Kerja Dalam pernyataannya, Steak ‘n Shake menjelaskan bahwa inse...

Bitcoin Dinilai Harus Kembali ke Atas US$100.000 Agar Tren Bullish Tidak Patah

Bitcoin Dinilai Harus Kembali ke Atas US$100.000 Agar Tren Bullish Tidak Patah


Pergerakan harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah beberapa pekan terakhir mengalami tekanan jual yang cukup konsisten. Aset kripto terbesar di dunia ini dinilai berada di titik krusial, di mana kegagalan menembus level psikologis tertentu berpotensi membuka ruang koreksi yang lebih dalam.

CEO Galaxy Digital, Mike Novogratz, menilai bahwa Bitcoin perlu kembali diperdagangkan di atas kisaran US$100.000 hingga US$103.000 agar tren kenaikan jangka menengah dan panjang tetap terjaga. Tanpa mampu melewati area tersebut, Bitcoin berisiko kehilangan momentum positif yang sebelumnya terbentuk.

“Saya ingin menegaskan kembali bahwa Bitcoin harus mampu menembus level 100 ribu hingga 103 ribu dolar AS untuk benar-benar kembali ke jalur kenaikan. Saya percaya itu akan terjadi, hanya masalah waktu,” ujar Novogratz dalam laporan resminya.

Level Psikologis yang Menentukan Arah Pasar

Batas harga US$100.000 dipandang sebagai level psikologis yang sangat penting bagi Bitcoin. Selain menjadi angka bulat yang menarik perhatian investor global, level ini juga mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kekuatan fundamental aset digital tersebut.

Menurut pelaku pasar, kegagalan Bitcoin bertahan di atas level tersebut dapat memicu keraguan, baik di kalangan investor ritel maupun institusi. Sebaliknya, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas zona US$100.000–US$103.000, maka sentimen positif diyakini akan kembali menguat.

Dalam beberapa siklus sebelumnya, Bitcoin kerap membutuhkan waktu untuk mengonsolidasikan harga sebelum melanjutkan reli. Namun, tekanan eksternal dan faktor makroekonomi global kali ini membuat proses pemulihan terasa lebih menantang.

Tekanan Jual Masih Membayangi

Novogratz juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa Bitcoin dalam waktu dekat. Ia menilai bahwa aksi jual yang terjadi secara beruntun menunjukkan kehati-hatian pasar yang masih tinggi.

Tekanan ini tidak hanya datang dari faktor teknikal, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan kebijakan global. Salah satu faktor yang turut membebani sentimen pasar adalah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang kembali mengancam penerapan tarif terhadap negara-negara yang dianggap mendukung Greenland.

Ancaman tarif tersebut memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan perdagangan internasional. Kondisi ini berdampak pada berbagai kelas aset berisiko, termasuk pasar kripto, yang dikenal sensitif terhadap perubahan sentimen global.

Arus Dana ETF Bitcoin Mengalami Tekanan

Selain faktor geopolitik, tekanan terhadap Bitcoin juga tercermin dari pergerakan dana di pasar exchange-traded fund (ETF). Dalam dua hari terakhir, ETF Bitcoin mencatatkan arus dana keluar yang cukup signifikan, mencapai sekitar US$1,19 miliar.

Keluarnya dana dari ETF sering kali diartikan sebagai sikap wait and see dari investor institusional. Mereka cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko saat ketidakpastian meningkat, sembari menunggu kejelasan arah pasar.

Meski demikian, sebagian analis menilai bahwa arus keluar ini belum tentu menandakan perubahan tren jangka panjang. Dalam beberapa periode sebelumnya, ETF Bitcoin juga sempat mengalami tekanan serupa sebelum kembali mencatatkan arus masuk yang kuat.

Antara Konsolidasi dan Potensi Rebound

Banyak pengamat pasar memandang kondisi saat ini sebagai fase konsolidasi yang wajar setelah reli besar sebelumnya. Bitcoin diketahui sempat mencetak level tertinggi baru, sebelum akhirnya terkoreksi akibat kombinasi faktor teknikal dan fundamental.

Dalam fase konsolidasi, pasar cenderung bergerak sideways dengan volatilitas yang lebih terkendali. Bagi sebagian investor, fase ini justru dianggap sebagai kesempatan untuk melakukan akumulasi secara bertahap.

Namun, Novogratz menegaskan bahwa konfirmasi tren bullish baru hanya akan terjadi jika Bitcoin berhasil menembus area resistensi utama di atas US$100.000. Tanpa itu, risiko koreksi lanjutan masih terbuka.

Sentimen Global dan Peran Kebijakan AS

Amerika Serikat masih memainkan peran besar dalam membentuk sentimen pasar kripto global. Kebijakan perdagangan, pernyataan pejabat tinggi, hingga arah regulasi menjadi faktor yang terus diperhatikan pelaku pasar.

Ancaman tarif dari Presiden Trump menambah lapisan ketidakpastian yang membuat investor cenderung lebih defensif. Kondisi ini juga berdampak pada pasar saham dan komoditas, menunjukkan bahwa tekanan yang terjadi tidak hanya terbatas pada kripto.

Bagi Bitcoin, ketidakpastian global sering kali menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, aset ini dipandang sebagai lindung nilai terhadap kebijakan moneter dan geopolitik. Di sisi lain, dalam jangka pendek Bitcoin tetap diperlakukan sebagai aset berisiko yang rentan terhadap aksi jual.

Relevansi bagi Investor Kripto Indonesia

Bagi investor kripto di Indonesia, pandangan Novogratz memberikan gambaran penting tentang level harga yang perlu diperhatikan. Zona US$100.000 bukan sekadar angka, tetapi juga indikator kepercayaan pasar secara keseluruhan.

Namun, investor disarankan untuk tidak hanya berfokus pada satu level harga. Faktor lain seperti manajemen risiko, tujuan investasi, serta kondisi ekonomi global tetap perlu menjadi pertimbangan utama.

Pasar kripto dikenal memiliki volatilitas tinggi, sehingga pergerakan jangka pendek tidak selalu mencerminkan tren jangka panjang. Oleh karena itu, pendekatan yang rasional dan berbasis riset tetap menjadi kunci.

Kesimpulan

Bitcoin saat ini berada di persimpangan penting. Menurut CEO Galaxy Digital Mike Novogratz, kemampuan BTC untuk kembali menembus dan bertahan di atas level US$100.000–US$103.000 akan menjadi penentu apakah tren kenaikan dapat berlanjut atau justru melemah.

Tekanan jual, arus keluar dana ETF, serta ketidakpastian geopolitik menjadi tantangan yang harus dihadapi pasar. Meski demikian, sebagian pelaku pasar masih optimistis bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk pulih seiring waktu.

Bagi investor, memahami dinamika ini secara menyeluruh menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan. Seperti biasa, kehati-hatian dan pemahaman risiko tetap menjadi fondasi utama dalam berinvestasi di aset kripto.

Disclaimer: Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Inspiratif: Wanita Asal Brasil Menabung Bitcoin Demi Mewujudkan Impian Keliling Dunia

Kisah Inspiratif: Wanita Asal Brasil Menabung Bitcoin Demi Mewujudkan Impian Keliling Dunia Bitcoin tidak lagi sekadar dikenal sebagai aset spekulatif atau instrumen investasi jangka pendek. Bagi sebagian orang, aset kripto terbesar di dunia ini justru dimanfaatkan sebagai alat menabung alternatif untuk mencapai tujuan hidup tertentu. Salah satu kisah menarik datang dari seorang wanita asal Brasil bernama Ana , yang memilih menyimpan tabungannya dalam bentuk Bitcoin (BTC) demi mewujudkan impiannya berkeliling dunia. Ana yang berprofesi sebagai desainer grafis mengungkapkan bahwa keputusannya menabung menggunakan Bitcoin bukan semata mengikuti tren. Baginya, Bitcoin justru menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan gaya hidup modern, terutama bagi seseorang yang memiliki rencana perjalanan lintas negara. Bitcoin sebagai Sarana Menabung Perjalanan Dalam keterangannya yang dikutip dari laman Azteco , Ana menjelaskan bahwa ia secara rutin menyisihkan pen...

Bitcoin Berpotensi Likuidasi Rp66 Triliun Posisi Short Jika Tembus US$93.000

Bitcoin Berpotensi Likuidasi Rp66 Triliun Posisi Short Jika Tembus US$93.000 Pergerakan harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan utama pelaku pasar kripto global. Setelah mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir, perhatian investor kini tertuju pada satu level krusial, yaitu US$93.000 . Menurut data dari Bitcoin Exchange Liquidation Map , apabila Bitcoin kembali menyentuh harga tersebut, pasar berpotensi menyaksikan likuidasi besar-besaran posisi short dengan nilai mencapai US$4 miliar atau setara Rp66 triliun . Level harga ini dinilai sangat sensitif karena menjadi titik kumpul leverage tinggi, khususnya dari trader yang mengambil posisi short dan bertaruh bahwa harga Bitcoin akan terus melemah. Ketika harga justru bergerak naik dan menembus area kritis, risiko likuidasi meningkat secara signifikan. Apa Itu Likuidasi dan Mengapa Penting? Dalam perdagangan derivatif kripto, likuidasi terjadi ketika posisi trader ditutup secara otomatis oleh sistem exchan...

Inovasi Unik di Brasil: Pergerakan Harga Bitcoin Diubah Menjadi Musik Orkestra

Inovasi Unik di Brasil: Pergerakan Harga Bitcoin Diubah Menjadi Musik Orkestra Bitcoin dikenal sebagai aset digital dengan pergerakan harga yang dinamis dan sering kali sulit diprediksi. Namun di Brasil, volatilitas Bitcoin justru menjadi sumber inspirasi bagi sebuah proyek seni yang tidak biasa. Melalui pendekatan kreatif, data harga Bitcoin (BTC) akan diterjemahkan menjadi musik orkestra , menggabungkan dunia teknologi finansial dengan seni pertunjukan. Proyek ini bertujuan untuk menghadirkan cara baru dalam memahami pasar kripto. Alih-alih melihat grafik dan angka di layar, audiens diajak merasakan fluktuasi harga Bitcoin melalui komposisi musik yang dimainkan secara langsung oleh sebuah orkestra. Mengubah Data Pasar Menjadi Karya Seni Inisiatif ini merupakan proyek seni eksperimental yang memanfaatkan data harga Bitcoin secara real-time sebagai dasar penciptaan musik. Setiap perubahan harga, baik kenaikan maupun penurunan, akan memengaruhi elemen musikal seperti melod...